Langsung ke isi

Pusat bantuan

Pertanyaan yang sering diajukan

Ketik kata kunci, atau pilih kategori. Semua jawaban ditulis apa adanya.

Ini aplikasi yang harus diunduh dari Play Store?

Bukan. Buku Kios Digital dibuka lewat peramban di alamat kios.mustikane.com. Dari situ bisa dipasang ke layar utama HP, sehingga ikonnya berjajar dengan aplikasi lain dan terbuka layar penuh. Tidak ada yang perlu dicari di toko aplikasi, dan tidak memakan banyak ruang HP.

Kalau sinyal jelek atau internet mati, bisa dipakai?

Terus terang: tidak. Mencatat transaksi tetap memerlukan internet. Kalau usaha Anda sering kehilangan sinyal sepanjang hari, sebaiknya pertimbangkan dulu — kami tidak mau Anda kecewa setelah membayar.

Saya kurang paham teknologi. Susah tidak?

Kalau Anda bisa mengirim pesan WhatsApp, Anda bisa memakai ini. Tidak ada email yang harus dibuat dan tidak ada kata sandi yang harus dihafal — masuk dengan nomor WhatsApp dan PIN 6 angka, sama seperti PIN ATM. Seluruh tampilan berbahasa Indonesia dan dirancang untuk layar HP. Ada panduan awal yang menuntun langkah pertama, dan Anda bisa bertanya lewat WhatsApp kapan saja.

Berapa biayanya? Yang gratis benar-benar gratis?

Benar-benar gratis, tanpa batas waktu, untuk pemakaian kecil: 5 kategori, 10 produk, 20 tagihan per bulan, 1 cabang, dan riwayat pembayaran 1 bulan. Menagih lewat WhatsApp tetap bisa di paket Gratis — pesannya sudah tersusun dan tinggal ditekan kirim. Kalau usaha membesar: Pro Rp25.000/bulan (kategori & produk tanpa batas, tagihan tanpa batas, sampai 3 cabang, riwayat penuh, logo usaha di tagihan, dokumen tanpa watermark, halaman toko online, pengingat WhatsApp yang terkirim otomatis sampai 300 pesan sebulan, rekap harian ke WhatsApp Anda, dan ekspor CSV lengkap — produk, pelanggan, pengeluaran, kartu stok) atau Bisnis Rp55.000/bulan (semua fitur Pro, cabang tanpa batas, sampai 5 pengguna — Anda plus staf kasir dengan akun masing-masing, 1.500 pesan otomatis sebulan, dan toko serta dokumen tanpa jejak merek platform — tampil sepenuhnya sebagai milik usaha Anda). Bayar di muka lebih lama lebih murah: hemat 10% untuk 3 bulan, 15% untuk 6 bulan, dan 20% untuk 12 bulan — Pro setahun jadi Rp240.000, hemat Rp60.000.

Pengingat otomatisnya ada di paket Gratis juga?

Tidak. Pengiriman otomatis — sehari sebelum tempo, di hari temponya, dan di hari keterlambatan — ada mulai paket Pro. Di paket Gratis, halaman pengingat dan daftar siapa yang perlu ditagih tetap ada, dan setiap tagihan punya tombol kirim pengingat lewat WhatsApp; yang berbeda hanya siapa yang menekan tombolnya. Alasannya kami buka saja: tiap pengingat otomatis adalah satu pesan WhatsApp yang kami bayar, dan jumlahnya ikut naik mengikuti jumlah tagihan Anda.

Pesan otomatisnya berapa banyak? Ada batasnya?

Ada, dan kami sebutkan angkanya: Pro 300 pesan per bulan, Bisnis 1.500. Satu jatah itu dipakai bersama oleh pengingat tagihan, pengingat utang ke pemasok, dan rekap harian. Hitungannya per bulan kalender dan mulai dari nol lagi setiap tanggal 1. Sisa kuota selalu terlihat di halaman Pengingat, dan kalau sudah terpakai 80% Anda diberi tahu lebih dulu. Kalau habis, yang berhenti hanya pengiriman otomatisnya sampai bulan depan — menagih lewat tombol WhatsApp di tiap tagihan tetap bisa seperti biasa.

Bisa tidak halaman toko saya tanpa nama aplikasi ini?

Bisa, di paket Bisnis. Di situ baris "Dibuat dengan…" hilang dari halaman tagihan dan kuitansi yang Anda bagikan, dan saat tautan toko dikirim ke WhatsApp, yang muncul di pratinjaunya adalah nama toko Anda, bukan nama kami. Halaman tokonya sendiri memang sejak awal tidak memuat logo atau nama kami.

Kalau saya berhenti berlangganan, data saya hilang?

Tidak dihapus. Yang berubah adalah batas paket: pada paket Gratis, riwayat pembayaran yang bisa dilihat dan diekspor menyempit menjadi 1 bulan, dan batas katalog kembali berlaku. Pengingat WhatsApp otomatis juga berhenti terkirim — setelan Anda tetap tersimpan, dan menagih lewat tombol WhatsApp di halaman tagihan tetap bisa. Cabang yang sudah ada tidak dihapus dan tetap dipakai; yang dibatasi hanya penambahan cabang baru. Catatan pembayarannya sendiri tetap utuh di dalam sistem. Rekap harian ke WhatsApp ikut berhenti, dan ekspor CSV menyempit kembali ke tagihan dan pembayaran saja — ekspor produk, pelanggan, pengeluaran, dan kartu stok ada mulai paket Pro. Saran kami: sebelum turun paket, buka menu Ekspor data dan unduh CSV-nya selagi masih lengkap — bisa dibuka di Excel atau Google Sheets, dan file itu milik Anda sepenuhnya.

Apakah data saya aman?

Kami tidak akan mengatakan "aman 100%" — tidak ada layanan mana pun yang jujur kalau bilang begitu. Yang bisa kami sebutkan dengan pasti: PIN Anda disimpan dalam bentuk teracak, bukan apa adanya. Alamat internet pengguna disimpan sebagai kode acak, bukan aslinya. Berkas seperti logo dan bukti transfer disimpan di server kami sendiri, bukan dititipkan ke pihak lain. Basis data dicadangkan terjadwal. Tautan tagihan yang Anda bagikan bisa dicabut kapan saja, dan tidak muncul di hasil pencarian Google. Kami belum punya sertifikasi ISO maupun audit keamanan pihak ketiga.

Pelanggan saya tidak punya aplikasi ini. Bagaimana mereka melihat tagihannya?

Pelanggan tidak perlu memasang apa pun dan tidak perlu mendaftar. Anda mengirimkan satu tautan lewat WhatsApp; mereka membukanya seperti membuka tautan biasa. Di halaman itu tertera rincian barang, total, yang sudah dibayar, dan sisanya. Mereka bahkan bisa mengunggah bukti transfer di situ, lalu Anda tinggal memeriksanya.

Pelanggan bisa bayar online langsung dari tagihannya?

Belum. Terus terang: fiturnya sedang kami siapkan lewat Xendit dan belum aktif — jadi jangan memilih aplikasi ini karena itu. Yang berjalan hari ini: pelanggan melihat rekening transfer dan kode QRIS Anda di halaman tagihan, membayar seperti biasa, lalu menekan "Saya sudah bayar" dan mengunggah buktinya. Anda memeriksa buktinya, menyetujuinya, dan kuitansi terbit sendiri.

Kalau nanti aktif, bentuknya opsional per kios: hanya kios yang memang ingin uang pembeli masuk langsung ke akun Xendit atas nama usahanya yang menyalakannya, dan itu berbayar — biaya transaksi Xendit dipotong dari uang yang masuk, ditambah komisi kami. Yang tidak menyalakannya tidak berubah apa pun. Kami belum menyebut tanggal, karena tanggalnya memang belum ada.

Bisa dipakai kasir saya? Karyawan bisa punya akun sendiri?

Bisa, di paket Bisnis — sampai 5 pengguna, yaitu Anda ditambah staf kasir. Caranya: buka halaman Tim, masukkan nomor WhatsApp karyawan Anda, lalu minta dia mendaftar di kios.mustikane.com dengan nomor itu. Dia membuat PIN-nya sendiri, dan begitu nomornya terverifikasi ia langsung masuk ke usaha Anda sebagai staf. Tidak ada tautan undangan dan tidak ada kode rahasia yang perlu Anda kirim.

Yang boleh dikerjakan staf: kasir, tagihan, pembayaran, pelanggan, produk, pesanan toko, pengeluaran, dan utang pemasok. Yang tidak bisa ia buka: laporan, ekspor data, setelan usaha (nama, logo, QRIS, rekening), toko online, pengingat, cabang, langganan, dan halaman Tim itu sendiri — semuanya tetap milik Anda. Setiap catatan tersimpan atas nama pengguna yang membuatnya, jadi ketahuan siapa mencatat apa.

Terus terang soal batasnya: perannya hanya dua, pemilik dan staf, dengan pembagian tetap seperti di atas — belum bisa dicentang satu-satu per fitur. Dan di paket Gratis batasnya 1 pengguna, di paket Pro 1 pengguna. Satu nomor WhatsApp juga hanya bisa aktif di satu usaha.

Kalau karyawan berhenti, tekan Cabut di halaman Tim: aksesnya dicabut dan semua HP-nya langsung keluar saat itu juga, tanpa menunggu apa pun. Di halaman Usaha juga tetap ada daftar perangkat yang sedang masuk yang bisa Anda keluarkan satu per satu.

Saya sudah nyaman pakai buku tulis.

Bukunya tidak perlu dibuang, Pak/Bu. Coba pakai untuk yang berutang saja dulu — bagian yang paling sering bikin pusing. Kalau ternyata tidak membantu, tidak ada yang hilang, karena gratis.

Saya gaptek, pasti susah.

Kalau Bapak/Ibu bisa kirim WhatsApp, ini bisa. Tidak ada email yang harus dibuat, tidak ada kata sandi panjang — masuknya pakai nomor WhatsApp dan PIN enam angka, seperti PIN ATM. Semuanya bahasa Indonesia.

Nanti kalau internet mati bagaimana?

Terus terang, kalau internet mati memang tidak bisa mencatat. Kami belum punya mode luring. Kalau di tempat Bapak/Ibu sinyalnya sering hilang seharian, saya sarankan jangan dulu — daripada sudah bayar tapi tidak terpakai.

Berapa lama datanya dikunci? Nanti kalau saya berhenti?

Tidak dikunci sama sekali. Tagihan dan pembayaran bisa diunduh ke CSV kapan pun, di semua paket termasuk Gratis. Mulai paket Pro, daftar produk, pelanggan, pengeluaran, dan kartu stok ikut bisa diunduh. Kalau berhenti berlangganan pun catatannya tidak dihapus — hanya tampilan riwayatnya yang menyempit mengikuti paket.

Data saya aman tidak? Nanti bocor bagaimana?

Saya tidak akan bilang aman seratus persen — tidak ada yang bisa menjanjikan itu dengan jujur. Yang pasti: PIN disimpan teracak, alamat internet tidak disimpan aslinya, berkasnya di server kami sendiri, dan basis data dicadangkan terjadwal. Tautan tagihan yang sudah dibagikan bisa dicabut kapan saja. Kami belum punya sertifikasi ISO.

Rp25.000 sebulan itu mahal untuk warung saya.

Kalau memang berat, tetap di paket Gratis saja — dan itu bukan versi percobaan, tidak ada batas waktunya. Naik paket nanti saja saat memang sudah lebih dari 20 tagihan sebulan, atau saat capek menekan tombol pengingat satu per satu dan mau pesannya terkirim sendiri. Kalau sudah sampai situ, biasanya satu piutang yang tertagih sudah menutup biaya setahun.

Kenapa pengingat saya tidak terkirim sendiri padahal sakelarnya sudah saya nyalakan?

Karena pengiriman otomatis ada mulai paket Pro. Setelan Bapak/Ibu tersimpan dan tidak hilang, tapi sistem belum akan mengirim apa pun sampai paketnya dinaikkan — itu tertulis juga di halaman Pengingat. Sementara ini pakai tombol kirim pengingat di tiap tagihan: pesannya sudah tersusun, tinggal ditekan.

Pengingat saya jalan di awal bulan, tapi pertengahan bulan berhenti sendiri.

Itu kuota pesan otomatis bulanan yang habis, bukan kerusakan. Paket Pro 300 pesan sebulan, Bisnis 1.500 — dan jatah itu dipakai bersama oleh pengingat tagihan, pengingat utang pemasok, dan rekap harian. Setiap tanggal 1 dihitung ulang dari nol. Selama menunggu, menagih lewat tombol WhatsApp di tiap tagihan tetap bisa. Kalau tiap bulan memang selalu habis, itu tandanya sudah waktunya naik ke Bisnis.

Saya tidak mau ada nama aplikasi lain di tagihan dan toko saya.

Wajar. Di paket Bisnis, baris 'Dibuat dengan…' hilang dari tagihan dan kuitansi yang Bapak/Ibu bagikan, dan saat tautan toko dikirim ke WhatsApp yang muncul nama toko Bapak/Ibu, bukan nama kami. Di paket lain nama kami masih ikut tercantum — saya sebutkan sekarang supaya tidak kaget nanti.

Kenapa saya tidak bisa menambah cabang kedua?

Paket Gratis dibatasi 1 cabang, Pro 3, Bisnis tanpa batas. Kalau ada cabang lama yang sudah tutup, arsipkan saja — batasnya langsung lepas, dan datanya tidak hilang. Kalau memang benar-benar bertambah tempat, itu tandanya sudah waktunya naik paket.

Pelanggan saya tidak mau pasang aplikasi.

Tidak perlu. Pelanggan tidak memasang apa pun dan tidak mendaftar. Mereka cuma membuka satu tautan dari WhatsApp, seperti membuka tautan berita.

Pelanggan saya bisa bayar langsung dari tagihannya? QRIS-nya yang tinggal scan itu?

Belum, Pak/Bu — dan saya sebut apa adanya supaya tidak salah harap. Yang ada sekarang: kode QRIS dan nomor rekening Bapak/Ibu sendiri tampil di halaman tagihan, pelanggan bayar seperti biasa, lalu dia tekan 'Saya sudah bayar' dan kirim fotonya. Bapak/Ibu tinggal periksa dan setujui — tagihannya jadi lunas dan kuitansi terbit sendiri. Pembayaran otomatis lewat Xendit memang sedang kami siapkan, tapi belum aktif dan saya belum bisa menyebut tanggal. Kalau nanti aktif pun sifatnya pilihan, dan ada biayanya.

Karyawan saya juga perlu akses.

Bisa, tapi saya sebutkan batasnya sekalian supaya tidak kaget. Akun terpisah untuk staf ada di paket Bisnis, maksimal 5 pengguna. Di Gratis batasnya 1 pengguna, di Pro 1 pengguna. Cara mengundangnya cukup masukkan nomor WhatsApp karyawan, lalu dia mendaftar sendiri dengan nomor itu dan bikin PIN-nya sendiri. Dia bisa melayani jualan; laporan, ekspor, setelan usaha, dan langganan tetap cuma Bapak/Ibu yang bisa buka.

Saya mau kasir A cuma boleh jualan, kasir B boleh lihat laporan juga.

Ini belum bisa, dan saya tidak mau mengarang. Perannya baru dua: pemilik dan staf, pembagiannya sudah tetap. Semua staf punya akses yang sama persis — boleh melayani jualan, tidak boleh membuka laporan. Belum ada centang hak akses per fitur.

Kalau karyawan saya berhenti, HP-nya bagaimana?

Tekan Cabut di halaman Tim. Aksesnya dicabut dan semua HP yang dipakai orang itu langsung keluar saat itu juga — tidak menunggu berjam-jam. Kalau suatu saat dia kembali bekerja, tinggal diundang lagi dengan nomor yang sama.

Saya sudah pakai aplikasi kasir lain.

Bagus, kalau sudah cocok jangan diganti. Kami biasanya dipilih orang yang merasa aplikasi kasirnya terlalu rumit, atau yang butuh menagih piutang lewat WhatsApp — bagian itu jarang ada di aplikasi kasir.

Nanti saya lupa PIN-nya.

Ada pemulihan PIN lewat WhatsApp, seperti waktu mendaftar. Kodenya dikirim ke nomor yang sama.

Kenapa ada tulisan samar di tagihan saya?

Itu watermark penerbit, hanya ada di paket Gratis. Naik ke Pro, dokumennya bersih dan bisa pakai logo usaha sendiri.

Nanti pesanan masuk tapi saya tidak tahu.

Selama aplikasinya terbuka, loncengnya berbunyi seketika saat ada pesanan baru atau pembeli mengaku sudah bayar. Tapi jujur: kalau aplikasinya ditutup penuh, pemberitahuannya belum masuk. Web push belum kami buat. Karena itu masih perlu dibuka berkala — dan biasanya pembeli juga tetap mengabari lewat WhatsApp.

Bisa scan barcode barang?

Belum bisa. Pemindai yang ada hanya untuk QR menambahkan pelanggan, bukan barcode produk. Untuk warung dengan ribuan barang berbarcode, kami memang belum tepat.

Nanti kalau aplikasinya tutup, usaha saya bagaimana?

Pertanyaan yang wajar. Karena itu ekspor data selalu tersedia dan tidak dikunci — silakan unduh CSV-nya rutin, misalnya tiap akhir bulan, dan simpan sendiri. Dengan begitu catatan Bapak/Ibu tetap ada apa pun yang terjadi pada kami.

Belum terjawab? Buka Panduan untuk langkah demi langkah, atau tanya lewat WhatsApp.