Langsung ke isi

Pemilik yang tidak menunggui tokonya

Usaha Dengan Beberapa Cabang

Begitu cabang kedua buka, pemiliknya berhenti menjadi penjaga toko dan mulai menjadi pengawas. Masalahnya, yang diawasi tidak terlihat dari mana pun kecuali dari laporan.

Sehari di usaha ini

  1. Tiap penjualan dicatat beserta cabangnya, baik dari kasir maupun tagihan.
  2. Biaya sewa dan listrik dicatat atas cabang yang menanggungnya.
  3. Akhir bulan, Laporan per Cabang mengurutkan lokasi menurut omzetnya.
  4. Tiap baris bisa dibuka: harga pokok, laba kotor, biaya, dan laba bersihnya.
  5. Jumlah seluruh barisnya cocok dengan Laba Rugi bulan yang sama.

Yang sering jadi masalah

Cabang ramai belum tentu cabang untung.

Tiap cabang punya laba bersihnya sendiri — omzet dikurangi harga pokok dan biaya cabang itu, bukan sekadar jumlah uang masuk.

Bayar per outlet membuat menambah cabang terasa mahal.

Satu harga untuk sampai lima cabang. Menambah lokasi tidak menambah biaya bulanan.

Penjaga cabang bisa membatalkan pembayaran.

Pembatalan pembayaran hanya boleh pemilik, dan percobaannya terlihat di lonceng pemilik.

Yang dipakai

  • Laporan per cabang — omzet & laba tiap lokasi
  • Akun staf terpisah dari akun pemilik
  • Pembatalan pembayaran hanya oleh pemilik
  • Laba Rugi bulanan, lengkap dengan HPP
  • Rekap Harian untuk tutup kas
  • Ekspor CSV untuk Excel atau Google Sheets

Paket yang cocok

Bisnis

Cabang kedua dan seterusnya, kursi pengguna tambahan, dan Laporan per Cabang ada di paket ini. Paket di bawahnya dibatasi satu lokasi.

Yang tidak kami lakukan

Yang dipisah per cabang adalah UANG: omzet, harga pokok, uang masuk, sisa tagih, biaya, dan laba. Stok dan daftar pelanggan masih satu untuk seluruh usaha, belum per cabang.

Usaha serupa

← Semua jenis usaha