Langsung ke isi

Toko online

Media sosial & kontak usaha

Seperti bagian 3.17, ini fitur yang sudah ada di kode tetapi, saat panduan ini direvisi (7 Sep 2026), belum dipasang ke server produksi.

Diperbarui 13 Sep 2026

Seperti bagian 3.17, ini fitur yang sudah ada di kode tetapi, saat panduan ini direvisi (7 Sep 2026), belum dipasang ke server produksi. Kalau di halaman Usaha Anda belum ada kotak "Media sosial & kontak", versinya belum sampai ke Anda.

Pelanggan mencari Anda di tempat yang berbeda-beda: satu orang lewat Instagram, satu lagi lewat WhatsApp, satu lagi menelusuri Shopee. Bagian Usaha → Setelan usaha → Media sosial menampung semuanya dalam satu daftar, lalu Anda sendiri yang memutuskan mana yang tampil di toko online dan mana yang ikut tercetak di tagihan & kuitansi.

Menambahkan satu tautan

  1. Buka UsahaSetelan usahaMedia sosial.
  2. Ketuk + Tambah media sosial / kontak, lalu pilih platformnya dari kisi ikon.
  3. Isi kotaknya. Ketik apa yang Anda hafal — nama pengguna, nomor, atau tautan yang Anda salin dari aplikasinya. Contoh isian sudah tertulis samar di dalam kotak.
  4. Nyalakan sakelar Tampil di toko dan/atau Tampil di tagihan/kuitansi. Boleh dua-duanya mati: barisnya tetap tersimpan, hanya tidak muncul di mana pun.
  5. Ketuk Simpan media sosial & kontak.

Dua belas tempat yang bisa dipasang

Platform Contoh yang boleh Anda ketik
WhatsApp 0812…, atau tautan wa.me/… yang Anda salin
Instagram @namatoko
TikTok @namatoko
Facebook namahalaman
Shopee namatoko
Tokopedia namatoko
YouTube @namakanal
X (Twitter) @namatoko
Telegram @namapengguna
LinkedIn https://linkedin.com/company/namausaha
Email nama@contoh.id
Situs web https://…

Maksimal 12 baris. Sesudah itu tombol tambah hilang dan muncul keterangan bahwa lebih dari dua belas justru membuat pelanggan bingung harus ke mana.

Yang Anda ketik bukan persis yang tampil. Sesudah Simpan, aplikasi merapikan isian Anda menjadi tautan lengkap plus label pendek — @dapurburini untuk Instagram, 0812-3456-7890 untuk WhatsApp, tokoku.id untuk situs web — lalu menampilkannya di bawah kotak isian. Itulah yang nanti dilihat pelanggan. Isian aslinya tetap disimpan, jadi saat Anda membuka layar itu lagi yang tampak adalah tulisan Anda sendiri, bukan hasil olahan.

Nomor WhatsApp usaha yang utama sudah ada di Profil usaha dan sudah tercetak di dokumen. Tambahkan WhatsApp di daftar ini hanya kalau nomornya memang berbeda — misalnya nomor pemesanan yang terpisah dari nomor Anda.

Mengurutkan. Panah naik dan turun di kanan tiap baris. Urutan yang Anda susun dipakai apa adanya di toko, di dokumen, dan di struk — taruh yang paling sering dipakai pelanggan di atas.

Menghapus. Tombol Hapus di baris itu, lalu Simpan. Baris yang kotaknya dikosongkan juga ikut hilang saat disimpan.

Kalau isian ditolak

Pesan galat muncul merah tepat di bawah kotak yang bermasalah; baris lain tetap tersimpan setelah Anda membetulkannya.

Pesan Artinya
"Tautan itu bukan alamat Instagram (contoh: instagram.com/namatoko)." Tautan yang ditempel menuju situs lain. Nama platform di ikon harus cocok dengan alamat aslinya — kalau tidak, pelanggan Anda diarahkan ke tempat yang tidak Anda maksud
"Tautan belum menunjuk ke akun Instagram (contoh: instagram.com/namatoko)." Alamatnya benar tetapi bukan halaman akun — misalnya tautan satu kiriman, satu reel, atau beranda platform
"Nama pengguna Instagram: huruf, angka, titik, garis bawah (maks 30)." Ada karakter yang memang tidak dipakai platform itu. Kalimatnya menyesuaikan platformnya
"Bukan nomor ponsel Indonesia yang valid (contoh: 0812…)." Untuk WhatsApp: yang diterima nomor ponsel Indonesia
"Alamat surel tidak valid (contoh: nama@contoh.id)." Untuk Email
"Alamat situs tidak valid (contoh: https://tokoku.id)." Nama domain harus punya akhiran; tokoku saja bukan alamat yang bisa dibuka orang lain
"Hanya tautan http:// atau https:// yang diterima." Alamat berskema lain ditolak
"Tidak boleh mengandung spasi." Nama pengguna dan alamat tidak pernah memuat spasi
"Tautan ini sudah ada di baris lain." Dua baris menuju tempat yang sama. @toko dan instagram.com/toko dihitung sama
"Terlalu panjang (maksimal 200 karakter)." Isian dipotong di 200 aksara

Di mana tautannya muncul

Tempat Bentuknya Ditentukan sakelar
Toko online (/t/{alamat-toko}) Ikon + label dalam satu baris yang bisa digeser, di atas etalase Tampil di toko
Halaman tagihan/kuitansi yang Anda bagikan (/d/…) Ikon kecil + label di bawah data usaha Tampil di tagihan/kuitansi
PDF tagihan & kuitansi Baris teks di bawah kontak: "Instagram: @namatoko | WhatsApp: 0812-3456-7890" Tampil di tagihan/kuitansi
Struk termal 58 mm Satu baris teks per tautan, tanpa ikon: "IG @namatoko" — printer termal tidak mengenal warna merek dan ikon sekecil itu keluar sebagai noda Tampil di tagihan/kuitansi

Yang sudah terbit tidak ikut berubah. Tautan bertanda Tampil di tagihan/kuitansi disalin ke dalam tagihan pada saat diterbitkan, dan ke dalam kuitansi pada saat kuitansinya dibuat. Jadi kalau bulan depan Anda mengganti akun Instagram atau mematikan sakelarnya, tagihan dan kuitansi yang sudah terlanjur dibagikan tetap menampilkan yang lama — sama seperti nama dan alamat usaha. Yang berubah hanya dokumen yang terbit sesudahnya.

Satu pengecualian yang perlu Anda tahu: struk termal yang Anda cetak sendiri dari layar membaca profil terbaru, bukan salinan beku. Kalau Anda mencetak ulang struk lama sesudah mengganti tautan, struk barunya memakai tautan yang baru.

Semua panduan