Usaha yang menagih ke kantor
Dekorasi & Sewa Peralatan Acara
Usaha acara hidup dari pesanan yang dibuat berbulan sebelumnya. Risikonya bukan kekurangan pelanggan, melainkan lupa siapa sudah membayar uang muka berapa untuk tanggal yang mana.
Sehari di usaha ini
- Calon penyewa memesan untuk tanggal tertentu; pesanannya dicatat berikut catatannya.
- Uang muka diterima sebagai tanda jadi, sisanya langsung terlihat.
- Mendekati hari-H, sisa pembayaran ditagih lewat Daftar Tagih.
- Acara selesai, pelunasan dicatat dan kuitansi terbit.
- Akhir bulan, Laba Rugi memperlihatkan mana jenis acara yang paling menguntungkan.
Yang sering jadi masalah
Uang muka masuk tapi tidak tercatat untuk pesanan yang mana.
Setiap pembayaran menempel pada tagihannya, bukan pada catatan terpisah.
Penyewa kantor minta dokumen resmi dan kuitansi.
Tagihan PDF A4 berlogo, dan kuitansi terbit sendiri saat lunas.
Sisa pembayaran terlewat sampai hari-H.
Yang jatuh tempo muncul di Daftar Tagih sebelum harinya tiba.
Yang dipakai
- Pesanan yang berubah jadi tagihan
- Pembayaran bertahap — DP dulu, pelunasan menyusul
- Tagihan PDF A4 dengan logo usaha Anda
- Daftar Tagih — siapa telat, siapa jatuh tempo hari ini
- Tiap dokumen ber-QR, pembeli bisa cek sendiri online
- Laba Rugi bulanan, lengkap dengan HPP
Paket yang cocok
Pro
Dokumen beridentitas usaha sendiri penting saat penyewanya perusahaan atau instansi.
Yang tidak kami lakukan
Tidak ada kalender ketersediaan alat dan tidak ada peringatan tabrakan jadwal. Dua acara di tanggal sama tidak akan kami cegah.
Usaha serupa
Katering & Nasi Kotak
Kantor memesan tiap hari, minta dokumen resmi, dan membayar sebulan sekali.
Percetakan & Digital Printing
Uang muka dulu sebelum naik cetak, pelunasan saat barang diambil.
Freelancer & Pekerja Lepas
Klien minta invoice yang rapi, dan tiap tahun ada urusan pajak yang membingungkan.