Usaha yang menagih ke kantor
Katering & Nasi Kotak
Menjual ke kantor berbeda dengan menjual ke orang. Bagian keuangan tidak menerima foto catatan; mereka meminta tagihan yang pantas diarsipkan, dan membayarnya menurut tempo mereka sendiri.
Sehari di usaha ini
- Pesanan harian dicatat, satu kantor bisa berkali-kali dalam sebulan.
- Akhir bulan pesanannya digabung menjadi satu tagihan bertempo.
- Tagihannya berupa PDF A4 berlogo usaha Anda, tanpa watermark siapa pun.
- Bila usaha Anda memungut pajak daerah, nilainya ikut tercetak di nota.
- Lewat tempo dan belum dibayar, Daftar Tagih yang mengingatkan.
Yang sering jadi masalah
Klien kantor tidak mau menerima nota tulis tangan.
Tagihan PDF A4 dengan identitas usaha Anda, bernomor urut, dan ber-QR untuk dicocokkan.
Pembayaran mundur 30 hari dan mudah terlupakan.
Jatuh tempo dicatat sejak awal, dan tagihan yang lewat tempo muncul lebih dulu di Daftar Tagih.
Pesanan harian menumpuk, menagihnya satu-satu melelahkan.
Pesanan bisa disatukan menjadi satu tagihan di akhir periode.
Yang dipakai
- Pesanan yang berubah jadi tagihan
- Tagihan PDF A4 dengan logo usaha Anda
- Dokumen tanpa watermark kami
- PB1/PPN tercetak pada nota bila usaha Anda memungutnya
- Daftar Tagih — siapa telat, siapa jatuh tempo hari ini
- Piutang per pelanggan, beserta sisanya
- Ekspor CSV untuk Excel atau Google Sheets
Paket yang cocok
Pro
Dokumen tanpa watermark dan berlogo usaha sendiri adalah syarat masuk ke bagian keuangan kantor — itu dibuka di paket ini.
Yang tidak kami lakukan
Tidak ada perencanaan menu, tidak ada perhitungan kebutuhan bahan, dan tidak ada penjadwalan pengiriman. Kami mulai dari pesanannya, bukan dapurnya.
Usaha serupa
Percetakan & Digital Printing
Uang muka dulu sebelum naik cetak, pelunasan saat barang diambil.
Freelancer & Pekerja Lepas
Klien minta invoice yang rapi, dan tiap tahun ada urusan pajak yang membingungkan.
Toko Bangunan & Material
Tukang dan pemborong mengambil bahan dulu, sementara Anda juga bertempo ke pabrik.