Usaha yang menagih ke kantor
Percetakan & Digital Printing
Percetakan hampir selalu bekerja dengan dua pembayaran. Yang sering keliru bukan menerima uangnya, melainkan mengingat siapa sudah membayar berapa ketika pesanan menumpuk di meja.
Sehari di usaha ini
- Pesanan dicatat lengkap dengan ukuran, bahan, dan jumlahnya.
- Uang muka diterima dan dicatat — sisanya langsung terlihat.
- Barang selesai, pelanggan datang, pelunasan dicatat.
- Kuitansi terbit sendiri begitu tagihannya lunas.
- Klien kantor yang bertempo masuk ke Daftar Tagih.
Yang sering jadi masalah
Lupa siapa yang sudah DP dan berapa.
Sisa tagihan selalu tampil di baris pesanannya, tidak perlu dihitung ulang.
Pelanggan mengaku sudah melunasi.
Riwayat pembayaran tercatat bertanggal, dan kuitansinya ber-QR yang bisa dicek keasliannya secara online.
Klien korporat minta invoice resmi.
PDF A4 berlogo usaha Anda, bernomor urut, siap dikirim.
Yang dipakai
- Pesanan yang berubah jadi tagihan
- Pembayaran bertahap — DP dulu, pelunasan menyusul
- Tiap dokumen ber-QR, pembeli bisa cek sendiri online
- Tagihan PDF A4 dengan logo usaha Anda
- Daftar Tagih — siapa telat, siapa jatuh tempo hari ini
- Laba Rugi bulanan, lengkap dengan HPP
Paket yang cocok
Pro
Logo usaha sendiri dan dokumen tanpa watermark — wajah percetakan ada di cetakannya.
Yang tidak kami lakukan
Tidak ada antrean produksi, tidak ada penanda tahap pengerjaan, dan tidak ada penyimpanan berkas desain. Yang kami urus pesanan dan uangnya.
Usaha serupa
Katering & Nasi Kotak
Kantor memesan tiap hari, minta dokumen resmi, dan membayar sebulan sekali.
Freelancer & Pekerja Lepas
Klien minta invoice yang rapi, dan tiap tahun ada urusan pajak yang membingungkan.
Toko Bangunan & Material
Tukang dan pemborong mengambil bahan dulu, sementara Anda juga bertempo ke pabrik.