Usaha yang menagih ke kantor
Toko Bangunan & Material
Toko bangunan menanggung dua tumpukan sekaligus: piutang dari tukang yang mengambil bahan untuk proyek yang belum dibayar pemiliknya, dan utang ke pemasok yang temponya tidak menunggu. Inilah satu-satunya jenis usaha yang memakai kedua sisi aplikasi ini.
Sehari di usaha ini
- Pemborong mengambil semen dan besi untuk proyeknya, dicatat bertempo.
- Kiriman dari distributor dicatat sebagai utang pemasok.
- Pembayaran proyek masuk bertahap, sisanya tetap terlihat.
- Daftar Tagih memperlihatkan proyek mana yang paling lama menunggak.
- Halaman Utang memperlihatkan giliran Anda membayar pabrik.
Yang sering jadi masalah
Piutang proyek besar dan bercampur antar pemborong.
Tiap pemborong punya catatannya sendiri beserta sisa dan tanggal jatuh temponya.
Utang ke pemasok terlewat, kiriman berikutnya ditahan.
Utang pemasok dicatat bertempo dan bisa dicicil, jatuh temponya ikut terpantau.
Barang timbangan dan barang satuan bercampur.
Jumlah boleh desimal, jadi pasir kubik dan semen sak sama-sama tercatat benar.
Yang dipakai
- Piutang per pelanggan, beserta sisanya
- Utang ke pemasok, bisa dicicil
- Daftar Tagih — siapa telat, siapa jatuh tempo hari ini
- Pembayaran bertahap — DP dulu, pelunasan menyusul
- Jumlah desimal untuk barang timbangan
- Stok per produk beserta kartu mutasinya
- Tagihan PDF A4 dengan logo usaha Anda
Paket yang cocok
Pro
Katalog material cepat melewati batas paket gratis, dan riwayat pembayaran tanpa batas dibutuhkan untuk proyek yang berjalan berbulan-bulan.
Yang tidak kami lakukan
Tidak ada perhitungan kebutuhan bahan per proyek dan tidak ada pengiriman terjadwal. Proyek dicatat sebagai pelanggan, bukan sebagai proyek dengan tahapannya sendiri.
Usaha serupa
Katering & Nasi Kotak
Kantor memesan tiap hari, minta dokumen resmi, dan membayar sebulan sekali.
Percetakan & Digital Printing
Uang muka dulu sebelum naik cetak, pelunasan saat barang diambil.
Freelancer & Pekerja Lepas
Klien minta invoice yang rapi, dan tiap tahun ada urusan pajak yang membingungkan.