Usaha yang jualannya diutangi
Agen Galon & Gas
Mengantar galon dan tabung gas berarti dua hal yang gampang berantakan: alamat yang keliru dan uang yang belum ditagih. Keduanya baru terasa saat akhir bulan.
Sehari di usaha ini
- Pesanan masuk lewat WhatsApp, dicatat beserta alamat antar.
- Alamatnya dikonfirmasi ke pemesan sebelum berangkat, bukan ditebak.
- Barang diantar; yang belum bayar tetap tercatat sebagai piutang.
- Daftar Tagih memperlihatkan langganan yang menumpuk belum bayar.
- Pesan penagihannya sudah tersusun, tinggal dikirim dari nomor Anda sendiri.
Yang sering jadi masalah
Alamat salah, kurir bolak-balik.
Alamat dikonfirmasi pemesan lewat tautan, lalu dibekukan ke dokumen saat terbit.
Langganan menunggak berbulan-bulan tanpa disadari.
Daftar Tagih mengurutkan yang paling lama menunggak di atas — bukan memotong di sepuluh baris pertama.
Menagih lewat WhatsApp itu canggung.
Pesannya sudah tersusun rapi berisi sisa tagihan dan tautan rinciannya; Anda tinggal membaca ulang lalu menekan kirim.
Yang dipakai
- Pesanan yang berubah jadi tagihan
- Konfirmasi alamat pemesan
- Piutang per pelanggan, beserta sisanya
- Daftar Tagih — siapa telat, siapa jatuh tempo hari ini
- Tombol kirim pengingat dari nomor WhatsApp Anda sendiri
- Tiap dokumen ber-QR, pembeli bisa cek sendiri online
Paket yang cocok
Bisnis
Tombol kirim pengingat hanya ada di paket ini. Daftar tagihannya sendiri bisa dilihat di semua paket — yang berbayar adalah menyusun dan mengirim pesannya sekali ketuk.
Yang tidak kami lakukan
Tidak ada peta rute, tidak ada pelacakan kurir, dan tidak ada penghitungan tabung kosong yang harus kembali. Kami mengurus tagihannya.
Usaha serupa
Warung Kelontong & Sembako
Warga "ngebon" dulu, bayar awal bulan — dan bukunya sering lebih rapi di ingatan.
Warung Madura & Toko 24 Jam
Buka nonstop, dijaga bergantian — dan kas shift malam sering jadi tanda tanya.
Grosir & Agen Sembako
Pelanggan langganan ambil barang dulu, bayar mingguan — sambil Anda juga berutang ke pemasok.