Langsung ke isi

Usaha yang jualannya diutangi

Warung Kelontong & Sembako

Boleh diutangi adalah alasan warga memilih warung Anda, bukan kelemahan. Yang melemahkan adalah ketika modal berhenti berputar karena tidak ada yang tahu persis siapa berutang berapa sejak kapan.

Sehari di usaha ini

  1. Beras ditimbang 2,5 kg — jumlahnya bisa ditulis desimal, bukan dibulatkan.
  2. Bu Ani ngebon; penjualannya dicatat atas namanya, tidak lunas.
  3. Sore hari, Daftar Tagih memperlihatkan siapa saja yang sudah lewat tempo.
  4. Yang menunggak paling lama ditagih lebih dulu, bukan yang paling gampang ditemui.
  5. Ada yang bayar sebagian — sisanya tetap tercatat, tidak perlu dihitung ulang.

Yang sering jadi masalah

Buku tulis hilang, atau tulisannya tidak terbaca lagi.

Setiap bon tersimpan atas nama orangnya, lengkap dengan tanggal dan sisanya.

Ditanya "saya sudah bayar berapa?" dan tidak yakin jawabannya.

Riwayat pembayaran per pelanggan bisa dibuka saat itu juga, dan pembeli bisa memindai QR pada notanya untuk melihat sendiri.

Barang timbangan sulit dicatat.

Jumlah boleh desimal sampai tiga angka — 0,25 kg pun masuk apa adanya.

Yang dipakai

  • Jumlah desimal untuk barang timbangan
  • Piutang per pelanggan, beserta sisanya
  • Daftar Tagih — siapa telat, siapa jatuh tempo hari ini
  • Tiap dokumen ber-QR, pembeli bisa cek sendiri online
  • Stok per produk beserta kartu mutasinya
  • Struk 58mm untuk printer saku
  • Rekap Harian untuk tutup kas

Paket yang cocok

Pro

Katalog warung kelontong biasanya melewati batas paket gratis dengan cepat. Paket ini melepas batas katalog sekaligus membuka riwayat pembayaran tanpa batas.

Yang tidak kami lakukan

Kami tidak memberi pinjaman, tidak menalangi bon warga, dan tidak menagihkannya untuk Anda. Yang kami lakukan mencatat dan mengingatkan; yang menagih tetap Anda.

Usaha serupa

← Semua jenis usaha