Langsung ke isi

Usaha yang jualannya diutangi

Grosir & Agen Sembako

Di grosir, uang mengalir dua arah sekaligus. Pelanggan warung mengambil barang dan membayar belakangan, sementara Anda sendiri punya tempo ke distributor. Yang sulit bukan mencatat salah satunya, melainkan melihat keduanya bersamaan.

Sehari di usaha ini

  1. Pelanggan langganan ambil barang; harganya mengikuti jenis pelanggannya.
  2. Tagihannya terbit dengan tempo, bukan dianggap lunas.
  3. Kiriman dari distributor dicatat sebagai utang pemasok, jatuh temponya ikut terpantau.
  4. Daftar Tagih memperlihatkan piutang yang lewat tempo.
  5. Halaman Utang mengingatkan giliran Anda membayar.

Yang sering jadi masalah

Harga berbeda untuk warung langganan dan pembeli eceran.

Buat kelompok pelanggan beserta diskonnya. Rupiah diskonnya dibekukan saat tagihan terbit, jadi perubahan persen besok tidak mengubah tagihan kemarin.

Piutang besar tapi kas tipis, dan penyebabnya tidak kelihatan.

Piutang dan utang pemasok ditampilkan terpisah, jadi jelas uang tertahan di mana.

Pelanggan membayar sebagian-sebagian.

Pembayaran bertahap dicatat apa adanya, sisanya selalu terlihat.

Yang dipakai

  • Kelompok pelanggan dengan diskon yang ikut otomatis
  • Piutang per pelanggan, beserta sisanya
  • Daftar Tagih — siapa telat, siapa jatuh tempo hari ini
  • Utang ke pemasok, bisa dicicil
  • Pembayaran bertahap — DP dulu, pelunasan menyusul
  • Stok per produk beserta kartu mutasinya
  • Ekspor CSV untuk Excel atau Google Sheets

Paket yang cocok

Pro

Katalog grosir hampir pasti melewati batas paket gratis, dan riwayat pembayaran tanpa batas dibutuhkan untuk menelusuri pelanggan lama.

Yang tidak kami lakukan

Belum ada harga bertingkat menurut jumlah pembelian — yang ada diskon per jenis pelanggan. Dan tidak ada sambungan ke sistem distributor.

Usaha serupa

← Semua jenis usaha